Al Azhar Sragen Gelar Salat Istisqa, Ajak Siswa Bermunajat dan Peduli Sesama

SRAGEN, – Keluarga besar Sekolah Islam Al Azhar Sragen menggelar Salat Istisqa di lapangan depan gedung SD Islam Al Azhar Sragen, Senin (19/10/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti siswa dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA, bersama para guru dan tenaga kependidikan yang akrab disapa Miss dan Mister Al Azhar Sragen.


Salat Istisqa merupakan salat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan. Di tengah kondisi ketika hujan sangat dinantikan, kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual sekaligus sarana pendidikan keagamaan bagi para siswa untuk belajar bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Miss Ari Nur Ningsih, S.Pd., guru kelas 1 Tahfidz, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan tersebut.


“Alhamdulillah, pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB hingga selesai, telah dilaksanakan Salat Istisqa di depan gedung SD. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA, serta Miss dan Mister Al Azhar Sragen,” tuturnya.


Senada dengan itu, Miss Zulaikha Rofia, S.Pd., guru kelas 4 SD Islam Al Azhar Sragen, menjelaskan bahwa Salat Istisqa dilaksanakan di lapangan sekolah dan diikuti oleh siswa, guru, serta warga sekolah.


“Salat Istisqa merupakan salat sunnah dua rakaat yang dilanjutkan dengan khutbah dan doa bersama. Melalui ibadah ini, kami memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat setelah sekian lama tidak turun hujan,” jelasnya.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang memberikan penguatan keagamaan kepada para peserta. Seluruh jamaah mengikuti ibadah tersebut sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT.


Dyah Kurma, S.Pd., staf Tata Usaha SD Islam Al Azhar Sragen, turut memberikan keterangan mengenai kegiatan yang diikuti pada pagi hari tersebut.


“Ya, salat minta hujan sama dengerin khutbah,” ungkapnya.


Pengalaman mengikuti Salat Istisqa juga dirasakan oleh Ismail Asyrof Wicaksono, siswa kelas 4 SD Islam Al Azhar Sragen. Ia menceritakan tujuan pelaksanaan salat bersama tersebut dengan sederhana.


“Tadi kita salat bersama di lapangan depan untuk meminta hujan,” kata Ismail.


Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mengenal Salat Istisqa secara teori, tetapi juga dapat mengikuti praktik ibadah secara langsung. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, rasa syukur, serta kesadaran akan pentingnya berdoa dan berikhtiar.


Al Azhar Sragen Galang Donasi untuk Korban Karhutla di Kalimantan


Selain melaksanakan Salat Istisqa, keluarga besar Al Azhar Sragen juga menggelar aksi peduli sesama melalui penggalangan donasi bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.


Melalui kegiatan tersebut, siswa, guru, dan seluruh warga sekolah diajak untuk menyisihkan sebagian rezeki dan menyiapkan donasi terbaik sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang tengah menghadapi musibah.


Donasi disalurkan melalui LAZIS Nur Ilmi Amalia Al Azhar Sragen. Aksi sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian sekaligus sarana menanamkan nilai empati, gotong royong, dan semangat berbagi sejak dini.


Pendidikan di lingkungan Al Azhar Sragen dengan demikian tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Para siswa diajak memahami bahwa nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.


Melalui pelaksanaan Salat Istisqa dan penggalangan donasi, Al Azhar Sragen menunjukkan bahwa ikhtiar spiritual dan kepedulian kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Doa dipanjatkan untuk memohon turunnya hujan, sementara aksi berbagi dilakukan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan, dan peka terhadap penderitaan orang lain.


Semoga Allah SWT mengabulkan doa seluruh jamaah, menurunkan hujan yang bermanfaat dan penuh keberkahan, serta memberikan kekuatan, perlindungan, dan kemudahan bagi saudara-saudara kita yang terdampak karhutla di Kalimantan.


Kabiro Karanganyar — Rafi Rahmad Istianto