(Manokwari, 20-10-2026)
UMKM menjadi penopang utama perekonomian masyarakat melalui beragam jenis usaha, mulai dari kuliner, fashion, kriya, hingga produk digital kreatif. Sektor ini berkontribusi besar dalam membuka lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi nasional yang saat ini cenderung ke arah yang mengkhawatirkan.
Mengangkat tema "Sinergi Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta Manokwari dalam Pemberdayaan UMKM dan Penguatan Aksi Kemanusiaan", acara ini menjadi bukti nyata bahwa melalui paguyuban bisa memberikan dampak positif lebih luas kepada anggota, daerah, dan negara daripada sekedar acara kumpul bareng, jalan bareng, dan makan bareng.
Tagline “Berkarya Berwibawa Sejahtera” menjadi semangat
untuk memajukan paguyuban melalui penguatan potensi anggota berbasis
perekenomian begitu terasa di RRI Pro 4 Manokwari yang bekerja sama dengan
komunitas Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari.
Pemberdayaan UMKM sebagai salah satu kunci untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan warga secara langsung, idealnya didukung oleh penguatan modal, pelatihan digital, dan kolaborasi lintas sektor.
IKBY Manokwari berperan sebagai motivator dan penggerak bagi
para pelaku UMKM anggota IKBY Manokwari, khususnya yang telah menjadi anggota
koperasi syari’ah IKBY Manokwari dalam memajukan usahanya. Kondisi yang terjadi karena hingga saat ini ternyata belum semua pelaku UMKM di IKBY Manokwari menjadi anggota
Koperasi Syari’ah IKBY Manokwari.
Penguatan UMKM anggota masih perlu didorong untuk mengupayakan kemajuan dan kesejahteraan anggotanya. Melalui Koperasi Syari’ah IKBY Manokwari, paguyuban telah melakukan upaya penguatan modal bagi anggota koperasi hingga batas Rp.5.000.000,00 (Lima juta rupiah) tanpa jaminan selain kepercayaan dan benar-benar menjalankan sistem Syari’ah dalam usahanya. Konstribusi tanda kasih bagi Koperasi Syari'ah IKBY Manokwari diberikan oleh anggota Koperasi dalam bentuk barang yaitu beras 5 kg atau minyak 5 liter untuk setiap peminjaman dana Rp.1.000.000,00 (satu juta rupiah) selama minimal 5 bulan dan maksimal 10 bulan. Konstribusi ini kemudian dialokasikan kembali untuk membantu warga IKBY Manokwari yang tertimpa musibah di wilayah kota Manokwari, disumbangkan ke panti asuhan atau pondok pesantren, dan atau dijual secara kredit dengan kenaikan harga 20% dari harga rata-rata pasaran yang dijadikan sebagai referensi. Di Koperasi IKBY Manokwari, didokrin bahwa untuk pengurusnya mengutamakan keikhlasan dan mampu menjaga amanah karena tidak ada alokasi anggaran yang secara khusus untuk memberikan gaji bagi para pengurus tersebut. Harapannya pengurus bisa mendapatkan pahala dari Tuhan dengan besaran pahalanya menjadi kewenangan Tuhan untuk penentuannya. Intinya, Semangat gotong royong dan keikhlasan menjadi pendorong bagi para pengurus dalam menjalankan Koperasi Syari'ah ini.
"Keanggotaan IKBY Manokwari mengalami penyusutan dari sebelum diberlakukan proses registrasi ulang bagi anggota yang saat itu diberlakukan mulai awal tahun 2025. Penyusutan ini sampai sekitar 90 % sehingga dari sekitar 300 hanya tersisa 31 KK anggota karena kekurangpahaman mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa KK yang sempat tersesat telah mendapatkan hidayah dan bergabung kembali dengan IKBY Manokwari dan mengikuti ketentuan yang berlaku. Saat ini jumlah KK terdaftar adalah 41 KK. Jadi dapat disimpulkan bahwa dulu paguyuban yang mencari anggota tetapi sekarang anggota yang sadar akan perlunya paguyuban yang kemudian mencari paguyuban. Jika setuju dengan syarat dan ketentuan yang berlaku maka bisa dilanjutkan proses registrasinya. Karena mayoritas dana yang dibayarkan pada saat proses registrasi sebenarnya kembali ke anggota dalam bentuk BPJS Ketenagakerjaan dan perlengkapan identitas diri pendukung keanggotaan. Adapun yang dikelola paguyuban hanya Rp.132.000,00 (seratus tiga puluh dua ribu rupiah) dengan rincian Rp.100.000,00 (seratus ribu rupiah) digunakan untuk iuran patungan biaya pelepasan adat tanah kas IKBY Manokwari dan Rp.32.000,00 (tiga puluh dua ribu rupiah) untuk patungan HUT IKBY Manokwari yang dirayakan secara sederhana. Adapun registrasi hanya diberlakukan 1 x (satu kali) selama Kepala Keluarganya masih sama.", ungkap Muhammad Subagyo Sugiarto, Ketua IKBY Manokwari.
"IKBY Manokwari juga memberikan dukungan berupa insentif sewa tenant untuk pameran minimal 3 (tiga) hari yang diikuti oleh gabungan UMKM anggota IKBY Manokwari sebesar 10-20% dari harga sewa. Tentunya ini disesuaikan dengan dana kas sosial sebagai salah satu sumber dananya.", sambungnya.
Selain penguatan modal, langkah strategis selanjutnya yang mendesak untuk diimplementasikan adalah program pelatihan digital. Karena kemajuan zaman menuntut kemampuan ini untuk memudahkan dan mempercepat dalam perluasan pasar produk.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi pilar yang tidak boleh diabaikan dalam ekosistem pemberdayaan ini. Sinergi dapat diperluas dengan menggandeng dinas terkait dari Pemerintah baik Daerah maupun Pusat, institusi perbankan, dan komunitas kreatif lokal.
Subagyo berharap, Pemerintah dapat memfasilitasi anggota IKBY Manokwari dengan pelatihan digital gratis, mulai dari kemampuan pembuatan artikel sebagai langkah awal dari mengasah kemampuan pembuatan konten promosi yang menarik, desain digital, pemanfaatan marketplace, dan pengoptimalan media sosial. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar produk lokal Manokwari ke tingkat nasional. Para pelaku UMKM IKBY Manokwari diharapkan juga dapat dibantu mendapatkan akses legalitas usaha secara gratis seperti pengurusan NIB (Nomor Induk Berusaha), P-IRT, dan sertifikasi halal, karena kelengkapan ini sering kali menjadi kendala bagi usaha rumahan untuk meraih pangsa pasar lokal yang lebih luas.
Dengan lengkapnya legalitas ini, produk yang dihasilkan anggota tidak hanya
unggul secara kualitas, tetapi juga memiliki daya saing resmi di pasar yang
lebih luas. Pada akhirnya selain mampu menjangkau pasar yang lebih luas, maka
diharapkan mampu berpartisipasi dalam pajak daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.
Pada akhirnya, ketika perekonomian anggota yang telah mandiri diperkuat melalui Koperasi Syari’ah IKBY Manokwari, maka Paguyuban akan memiliki fondasi berupa loyalitas anggota yang diharapkan menjadi lebih kokoh sehingga kemudian dapat berpartisipasi aktif dalam menyokong berbagai kegiatan sosial kemanusiaan, pelestarian lingkungan, dan pelestarian budaya.
Dengan cara inilah, tagline “Berkarya Berwibawa Sejahtera” benar-benar membumi. Realisasinya telah mampu membuktikan bahwa paguyuban bukan sekadar wadah pelepas rindu kampung halaman, melainkan motor penggerak kesejahteraan dan kemanusiaan yang nyata di tanah rantau. Karena IKBY Manokwari juga melaksanakan program tanah murah bagi anggotanya yang berminat dan program patungan rumah bagi anggotanya yang memenuhi syarat.
"Di bidang Lingkungan Hidup, saat ini IKBY Manokwari juga sedang menggarap program pengolahan sampah plastik dengan menggunakan peralatan sederhana yang menerapkan teknologi pirolisis. Harapannya, sampah plastik di Manokwari bisa segera tertangani dengan baik. Selain itu, program - program positif yang sudah ada dan sedang berjalan, tetap dapat diteruskan di kepengurusan berikutnya.", ucap Cito Waluyo, Plt. Sekretaris IKBY Manokwari, yang turut hadir di lokasi.
Dialog interaktif melibatkan Pengurus IKBY Manokwari, Selasa (20-10-2026). (Foto : Istimewa)."Selaku salah satu pelaku UMKM IKBY Manokwari yaitu Ayam Bakar Cangkringan, untuk moment pemberdayaan UMKM seperti yang dilaksanakan oleh MCM Manokwari, hendaknya rutin dilakukan tiap tahun dan dengan biaya yang murah.", harapnya.
"IKBY Manokwari siap berkolaborasi dengan Paguyuban
lain dengan prinsip saling menghormati dan saling memberi manfaat agar
jangkauan manfaat bisa lebih luas dan hemat biaya.", ujar Subagyo.
Seperti diketahui, IKBY Manokwari adalah Paguyuban yang aktif dalam banyak kegiatan budaya, sosial kemanusiaan, dan lingkungan hidup, di Manokwari, Papua Barat. Kehadiran saat moment budaya biasa dinantikan oleh banyak warga karena beberapa kali penampilan terakhir, menampilkan tampilan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun IKBY Manokwari juga telah mendapatkan apresiasi berupa piagam penghargaan untuk produk UMKM-nya yaitu BIR JAWA dan Gudek dari Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram yang berpusat di Yogyakarta. Penghargaan dari organisasi yang sama juga diberikan untuk IKBY Manokwari atas konstribusinya dalam pelestarian budaya yaitu Gamelan. Adapun penghargaan lain diberikan oleh Manokwari City mall dalam bentuk plakat atas prestasi IKBY Manokwari sebagai "Both Terbaik" dalam Festival Budaya Pesona Nusantara 1 dan "Performance Terbaik" dalam Festival Budaya Pesona Nusantara 2.
BIR JAWA adalah minuman jejamuan khas keraton Yogyakarta yang sekarang mulai dapat dinikmati bebas oleh kalangan di luar istana. Minuman ini halal dan tanpa alkohol. Di Manokwari, minuman ini dapat dipesan melalui UMKM IKBY Manokwari yaitu Jamu Mbak Ajeng yang berlokasi di Reremi tepatnya di Quatrick de Homestay.
Di Festival Budaya Pesona Nusantara 2 tempo hari yang diselenggarakan di Manokwari City Mall (MCM), IKBY Manokwari menampilkan performance berupa gamelan dan karawitan serta edukasi Bahasa Jawa Krama. Adapun pelatihan Batik dan gelaran kuliner ditampilkan di tenant IKBY Manokwari bersama edukasi busana adat Jawa Mataraman.
(kontributor: M.S. Sugiarto)

