Merti Budaya | Gianyar - Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya dalam pemajuan kebudayaan dan permuseuman, Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc. menerima penghargaan dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI) berupa "Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara" pada perayaan Hari Museum Indonesia (Harmusindo) Ke-11 Tahun 2026 di Rudana Art Museum, Jalan Cok Rai Pudak No. 44, Ubud, Gianyar, Bali, Senin (19/10) sore.
Penghargaan diberikan oleh Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, MBA. Di samping itu sebagai Pimpinan The Rudana Art Institution, Putu Supadma juga memberikan penghargaan "Ksatria Mahottama Negara Award" kepada Begawan Ekonomi Indonesia Prof. Dr. R.M. Soemitro Djojohadikoesoemo (Alm.) dan "Ksatria Mahottama Budaya Award" kepada Maestro Prof. (HC.) Nyoman Nuarta yang telah berjasa membangun patung "Garuda Wisnu Kencana" di Bali dan IKN Kalimantan.
Putu Supadma Rudana mengatakan peringatan Harmusindo Ke-11 dengan tema "Museum Soko Guru Bangsa Rumah Kebudayaan Kita" yang diselenggarakan oleh AMI bersama Kementerian Kebudayaan Ri, Museum Rudana dan Insititut Seni Indonesia (ISI) bali, menjadi momentum bagi insan permuseuman untuk memuliakan kebudayaan dan meluhurkan peradaban serta ungkapan rasa terima kasih kepada Menteri Kebudayaan RI yang dalam waktu 2 tahun telah mengimplementasikan UU Pemajuan Kebudayaan, melestarikan dan menngembangkan museum di Indonesia.
Sedangkan Prof. (Hon.) Fadli Zon dalam pidato tentang Kebudayaan dan Permuseuman, menjelaskan atas Instruksi Presiden RI, Kemendikbud telah memperbaiki sejumlah situs budaya (kraton, istana, dan cagar-cagar budaya) serta revitalisasi beberapa museum sebagai destinasi budaya dan wisata.
Lebih lanjut Menteri Fadli Zon mengatakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan museum Pemerintah. Sedangkan dana Indonesiaraya yang sedang dibuat skemanya dapat diakeses oleh museum-museum swasta yang sudah registrasi nasional.
Museum mempunyai peran penting, menjadi etalase kebudayaan, memberikan inspirasi dan pemikiran baru, ruang yang hidup, pusat edukasi dan budaya. Oleh karena itu museum harus berbenah menjadikan ruang pameran artefak, dinarasi, didisplay dengan baik dng sentuhan-sentuhan digital.
Di akhir pidatonya, Prof. (Hon.) Fadli Zon mengucapkan selamat memperingati Harmusindo Tahun 2026. Marilah kita jadikan museum bukan hanya rumah bagi koleksi, tetapi rumah gagasan, ingatan kolekti, dialog, dan rumah masa depan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan adalah soko guru bangsa . Museum tempat nilai-nilai kebangsaan, terus dirawat, dipelajari, dikembangkan dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa Indonesia.
Acara peringatan Harmusindo dimeriahkan pagelaran tari oleh mahasiswa-mahasiswi ISI Bali pameran senirupa "Guwung Suwung" karya Maestro Wayan Kun Adnyana yang dibuka oleh Menteri Kebudayaan RI bersama Ketua Umun AMI dan Pendiri-Pemilik "Museum Rudana" Nyoman Rudana. (RBW)

