Dibalik sosoknya yang tenang dan berwibawa, tersimpan sejuta obsesi untuk memulyakan Leluhur Mataram dan melestarikan Adat dan Budaya warisan Leluhur Mataram.
Adalah R.H.Edi Heriyanto Aktivis Abdi Budaya Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram asal Jakarta yang baru saja sukses memimpin pelaksanaan Haul ke-300 Leluhur Catur Sagatra Mataram Sunan Amangkurat Jawi Tahun 2026.
Berkat "tangan dingin" nya, berbagai rangkaian acara penting berhasil dilaksanakan di Petilasan Kraton Mataram Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah dan di Astana Pakubuwanan, Makam Raja Raja Mataram, Pajimatan Imogiri, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baginya, kegiatan Haul ke-300 bukan semata-mata seremoni tahunan, namun juga sebagai wujud nya kecintaan kepada Leluhur dari generasi penerusnya. Menurut ya, generasi penerus yang masih ada harus memberi (mengirim) doa kepada Leluhurnya bukan malah meminga sesuai kepada Leluhur yang telah tiada.
Saya senang ziarah ke makam-makam Leluhur, namun saya tidak pernah membawa masalah hidup pada saat berziarah, saya murni mendoakan semua Leluhur tanpa meminta apapun dari Leluhur", ungkapnya.
Baginya, memulyakan leluhur adalah sebuah kwajiban yang harus dilaksanakan dengan tulus dan Ikhlas tanpa mengharap apapun.
Sebagai pengusaha kontraktor kolam tenang di Jakarta, dirinya merasa enjoy dengan aktivitas merawat adat, seni dan budaya. Terlebih darah dalem Trah Mataram mengalir dalam dirinya.
Ia memiliki Darah Dalem Leluhur Catur Sagatra Mataram Sunan Amangkurat Jawi melalui jalur BPH.Sandiyo (Mbah Kyai Nur Iman) yang membuatnya memiliki sifat religius sebagaimana eyang-eyangnya.
Selain aktif sebagai Pangersa Abdi Budaya Pamerti Catur Sagatra Mataram, ia juga menjabat sebagai bendahara Paguyuban Trah Wayah Ki Ageng Selo dan pengurus Yayasan Lintas Budaya Nusantara Perwakilan Yogyakarta serta Kepala Biro Media Online Merti Budaya untuk wilayah DKI Jakarta.
Walaupun tinggal sehari-hari di Ibukota Jakarta, ia tetap menekankan adab dan adat istiadat jawa dalam keluarganya. Baginya orang Jawa tidak boleh "Ilang Jawane" dimanapun ia berada (*)

