Bandung – 11 Juli 2026. RAHO (Reverse Aging & Homeostasis) membuka layanan lokasi baru di kawasan D’Botanical Bandung Mall, pada Sabtu (11/07/2026). Raho Club di Kota Bandung ini merupakan cabang ke 30 di Indonesia, ditujukan guna membantu masyarakat mendapatkan konsep dan solusi kesehatan terbaik. Raho Club membuka 2 layanan sekaligus di gedung yang sama yakni Raho Club Premier dan Raho Club Reguler.
Acara ini dihadiri dua tokoh utama di balik riset panjang nanobubbles technology reverse aging. Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU.D.Sc merupakan ilmuwan bidang Biologi Sel, Nano Biologi, Biologi Molekuler dari Universitas Brawijaya dan Nagoya University, Jepang. Sedangkan Bapak Kan Eddy berlatar belakang seorang pengusaha property dari Surabaya yang mengalami stroke penyumbatan pembuluh darah di otak pada saat pandemik covid 2019. Situasi sulit membuat Kan Eddy menerima tawaran Prof Sutiman untuk diinfus nanobubbles sehingga menjadi nara coba pertama bahkan sebelum diujicobakan kepada binatang. Sebuah pilihan berani dengan resiko terburuk kematian. Ternyata hasilnya ajaib dan mengejutkan! Pada infus hari ketiga Kan Eddy bisa push up dan pada infus kelima dinyatakan sembuh total. Pertemuan keduanya menginisiasi lahirnya RAHO Club dan Yayasan Inovasi Molekuler Indonesia (IMI) sebagai wadah utama perjalanan riset kelas dunia di bidang nanobubbles technology.
Pada momen spesial pembukaan Raho Club di Bandung ini juga hadir Imawan Mashuri, SH, MH, seorang tokoh PERS Nasional, penerima lifetime achievement dari Komisi Penyiaran Indonesia Jawa Timur atas kepeloporannya melahirkan dan membesarkan TV Lokal Indonesia. Alumni magister hukum UNISMA Malang ini dipercaya menjabat Chief Operation Officer RAHO CLUB Holding. Hadir juga membersamai beliau - Tung Hendra, Adhe Kurniawan dan Shandy (Business Development & Marketing), Prasetya Elimus (Raho Premier), Yanover (Raho Reguler) dan para perwakilan berbagai divisi lainnya termasuk para nakes dan dokter.
Dari undangan VIP tampak Brigjen TNI Nurul Yakin dan perwakilan dari KODAM III Siliwangi, dr Triono Soendoro, Ph.D (mantan staf ahli Menteri Kesehatan, ketua komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan), dr Subagjo, Sp.B, Sp.Btkv (dokter ahli spesilais bedah jantung, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia/IDI cabang Malang Raya, peneliti IMI). Hadir beberapa tokoh agama dan pendeta, perwalikan dari Darut Tauhid Bandung, yayasan rumah singgah penyitas kanker, dan masyarakat kota Bandung lainnya
Kapten Sar, seorang tokoh dan ikon Gerakan Beli Bela Indonesia hadir memberikan dukungan penuh pembukaan Raho Club Bandung ini sebagai langkah nyata pembelaan terhadap hasil karya anak bangsa, teknologi dan temuan asli Indonesia – spirit Gerakan Beli Indonesia. Hadir para pejuang Gerakan Beli Indonesia dari berbagai latar belakang dan profesi lainnya yaitu Profesor Dr Eng Teuku Abdullah Sanny, M.Sc, guru besar ITB dan Dewan Pakar ICMI, Ir Hairul Anas Suadi – sekjen Alumni ITB, Dr H. Fathurrahman Mahfudz, BIRK, M.M – Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Tani Islam Indonesia (STII), Sekjen Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Hj Ir Ira Daviani. S.si, M.Si – Dewan Pembina di Forum Komunikasi Dosen Indonesia, mantan pemeriksa paten selama 10 tahun di Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Acara puncak dan paling ditunggu adalah talk show interaktif yang menghadirkan 4 pembicara sekaligus para nara coba nanobubbles yaitu Prof Dr dr Siti Fadilah Supari, Sp, jp (K), ahli jantung dan mantan menteri kesehatan Republik Indonesia di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal jasanya karena menghentikan monopoli vaksin flu burung, Prof Dr Sutiman, dr Soebagjo dan Kan Eddy. Acara langsung dipandu oleh Imawan Mashuri secara live dan interaktif di area D’Botanical Bandung Mall.
Dalam sambutannya Ibu Siti Fadilah mengucapkan terimakasih kepada Raho Club dan IMI yang telah mengikutkannya dalam uji klinis (clinical trial) nanobubbles bersama 4 dokter lainnya. ‘Saya bersyukur dan tentu sangat gembira bahwa dari hasil uji klinis yang saya ikuti tersebut, telomer saya dinyatakan memanjang dari 4,0 menjadi 6,1 yang bisa dibaca sebagai peremajaan 15 tahun. Alhamdulillah Indonesia akhirnya menjadi satu-satunya negara di dunia yang berhasil meneliti dan menemukan teknologi memperpanjang telomer” Dalam talkshow tersebut Ibu Siti Fadilah mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berani merencanakan gaya hidup sehat sejak dini dan mendukung inovasi kesehatan yang dilakukan Raho Club dan IMI sebagai platform kesehatan masa depan dunia.
Dalam kesempatan berikutnya dr Subagjo, Sp.B, Sp.Btkv sebagai dokter ahli spesilalis bedah jantung menyampaikan bahwa nanobubbles technology telah banyak mengubah dan mempengaruhi paradigma lama dunia kedokteran dunia seperti dirinya. Nanobubble technology hadir bukan sebagai obat atau berfungsi menyembuhkan melainkan menjadi platform utama membersihkan pembuluh darah dan menormalisasi semua komponen kesehatan tubuh yang bermasalah di titik manapun seperti jantung, pankreas, hati, otak dan lainnya.
Prof Sutiman sebagai ilmuwan dan penemu nanobubbles dalam talkshow tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa nanobubbles yang digunakan berukuran sangat kecil—lebih kecil dari sel darah manusia—yang memungkinkan mereka menembus jaringan hingga ke sel untuk mengaktifkan metabolisme secara alam. Nano bubble menciptakan gelembung oksigen berukuran sangat kecil (sekitar 70-200 nanometer) yang diinfuskan ke dalam tubuh. Ukuran nano ini memungkinkan oksigen menembus sel secara langsung tanpa harus melalui jalur tradisional seperti hidung, paru-paru, bahkan saluran darah.
Mengenai teknologi nanobubbles, yakni air dipecah menjadi gelembung berukuran nano (±80–100 nm) yang membawa oksigen ke sel tubuh lebih efisien, karena dapat menembus kapiler amat sangat kecil. Tujuannya meningkatkan suplai oksigen/energi ke sel, mengatasi gangguan sirkulasi, dan menjadi terapi komplementer penyakit degeneratif (stroke, jantung, kanker, dan lainnya). Sehingga dapat memperbaiki dan meningkatkan metabolisme sel
Sedangkan Kan Eddy sebagai 001 nara coba pertama sekaligus ketua RAHO Club membuka acara dengan quote “menjadi tua itu pasti. menua sehat dan produktif itu sangat bisa. Bersihkan pembuluh darahmu"
“Saya yakin bapak bapak dan ibu ibu tidak takut mati, karena itu sudah pasti akan terjadi. Yang kita takutkan adalah jika kita menua dalam keadaan tidak sehat dan akhirnya merepotkan anak anak dan keluarga serta orang lain"
Kan Eddy menyampaikan perjalanan Raho Club dari titik nol. Menurutnya bangsa Indonesia hari ini perlu bersyukur dan bangga memiliki tekhnologi pertama dan satu-satunya di dunia yakni tekhnologi yang bisa memperpanjang telomer. Telomer adalah bagian ujung kromosom yang terdiri dari urutan DNA berulang, berfungsi sebagai pelindung (tutup) untuk menjaga stabilitas genetik. Fungsi utamanya adalah melindungi DNA dari kerusakan, degradasi, atau penyambungan yang tidak diinginkan selama pembelahan sel. Telomer akan memendek setiap kali sel membelah, dan jika terlalu pendek, sel akan berhenti membelah, memicu penuaan sel atau apoptosis yang berujung kepada kematian manusia.
“RAHO Club dan IMI telah melakukan riset secara mandiri dan independen sampai tingkat dunia. Clinical research terakhir dilakukan kepada 5 dokter Indonesia yang kesemuanya berusia di atas 70 tahun. Salah satunya adalah ibu Profesor dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) mantan menteri kesehatan. Hasil uji klinis yang dilakukan di Korea menghasilkan kabar menggembirakan.. Kelimanya dinyatakan sehat dengan telomer yang memanjang. Inilah cita-cita umat manusia di muka bumi yang ingin menikmati usia panjang dengan hidup sehat” tegas Kan Eddy dalam lanjutan sambutannya
“Kami sedang memohon kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk berkenan mengumumkan penemuan luar biasa ini pada tanggal 17 Agustus 2026 sebagai kado istimewa peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 81 tahun. Indonesia akan menjadi pioneer dan negara satu-satunya di dunia yang berhasil melakukan riset memperpanjang telomer manusia” Demikian Kan Eddy menutup sambutannya dengan nada optimis
Kannedy sebagai ketua RAHO CLUB mengharapkan seluruh anggotanya dapat menyebarluaskan manfaat inovasi teknologi tersebut dalam beragam kegiatan sosial. Ia menegaskan Raho Club bukan kegiatan bisnis murni melainkan social driven activity. Manfaat dari penemuan luar bisa ini harus bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia utamanya oleh masyarakat kurang/tidak mampu sebagai pengamalan sila ke-5 Pancasila – keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Menutup acara talkshow, Imawan Mashuri selaku host acara dan COO Raho Holding mengajak seluruh peserta dan masyarakat Kota Bandung untuk memanfaatkan kehadiran Raho Club di D’Botanical Mall sebagai kesempatan merancang pola baru hidup sehat dan tetap produktif melalui infus nanobubbles baik di Klinik Premier maupun Reguler yang keduanya berlokasi di D’Botanical Mall Bandung



