HARPI Melati DIY dan Padmasangita Sukses Gelar Upacara Adat Tarapan di JDWF 2026

 

Prosesi Tarapan: minum jamu 
(Foto: Istimewa)

Merti Budaya |Sleman - Kolaborasi DPD HARPI Melati DIY dan Padmasangita sukses memukau pengunjung Jogja Destination Wedding Fair (JDWF) 2026 di Jogja City Mall, Jln. Magelang Km 6, Sleman,  Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026) malam.

           Pergelaran berlangsung sukses berkat kerjasama yang kompak serta mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara (JMBN) Yogyakarta. 

          Dengan mengusung tema "Pagelaran Upacara Adat Tarapan Gaya Yogyakarta", pentas kolaborasi secara simbolik dengan pakem gagrak Kraton Yogyakarta, menampilkan prosesi adat Tarapan secara lengkap, yaitu upacara adat saat remaja putri mendapatkan haid pertama. Upacara dimulai dari sungkeman, siraman, ngratus rikma, busana lengkap, nasehat orang tua dan minum jamu.

          Ketua HARPI Melati DIY  Hj. Dwi Irit Tyas Titiningsih mengatakan bahwa Tarapan bukan sekadar ritual, melainkan edukasi budaya bagi remaja putri yang beranjak dewasa untuk memahami perjalanan menuju kedewasaan dan filosofi hidup Jawa yang adiluhung.

       Prosesi upacara Tarapan (Foto: Istimewa)

Sebagai pengiring karawitan, Padmasangita  menyajikan gendhing-gendhing klasik berupa ladrang dan ketawang, antara lain: Ladrang Sri Wilujeng, Ladrang Asmarandana, Ketawang Mijil Wigaringtyas, Ketawang Subakastawa dan Ketawang Sinom Parijatha yang menambah sakralnya suasana. 

          Penampilan Padmasangita yang memukau tersebut, diakhiri dengan flashmob Tari Golek Ayun-ayun yang diikuti belasan penari dan tamu undangan tampil secara spontan.

          Acara ini menjadi bukti bahwa tradisi Tarapan adat Yogyakarta perlu dilestarikan dan memiliki nilai edukasi serta daya jual tinggi sebagai ikon budaya lokal Yogyakarta. (*/RBW)