Kendal — Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Kendal menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah.
Salah satu peserta yang tampil dalam ajang tersebut adalah Naura Zahwa Nasyitha, siswi SD Negeri 1 Tanjungmojo, Kecamatan Kangkung, yang mengikuti cabang lomba mendongeng.
Naura tampil dalam pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Kendal yang digelar di SD Negeri 2 Pegulon, Kendal, Selasa (6/10/2026). Ia merupakan peserta yang sebelumnya telah lolos seleksi FTBI tingkat kecamatan.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal bekerja sama dengan MGMP Bahasa Jawa SMP Kabupaten Kendal. Selain mendongeng, sejumlah cabang lainnya juga diperlombakan, yakni sesorah, ndagel ijen, nulis aksara Jawa, geguritan, dan macapat.
Para peserta terbaik dalam seleksi tingkat kabupaten nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Kendal pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Guru pendamping Naura dari SD Negeri 1 Tanjungmojo, Krismiadah, S.Pd., mengatakan pendampingan dilakukan dengan penuh tanggung jawab, baik dalam memberikan bimbingan maupun motivasi kepada peserta didik.
“Sebagai guru pendamping dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Kendal, saya berkomitmen untuk mendampingi, membimbing, dan memberikan motivasi kepada peserta didik dengan penuh tanggung jawab,” ujar Krismiadah.
Menurutnya, kegiatan FTBI diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra daerah, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri serta kecintaan terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah.
“Menang bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi keberanian untuk tampil, belajar, berproses, dan memberikan yang terbaik merupakan prestasi yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan FTBI, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga belajar untuk berani tampil, mengembangkan potensi, serta ikut menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya Jawa di tengah generasi muda.
Reporter: Rafi Rahnad Istianto
