Merti Budaya | YOGYAKARTA – Upaya melestarikan sejarah dan warisan leluhur Mataram terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi budaya. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Talkshow Budaya bertajuk “Melacak & Merawat Silsilah Darah Dalem untuk Menjaga Marwah Leluhur Mataram” yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 November 2026, bertempat di Gade Space Lempuyangan, Yogyakarta.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap sejarah, kebudayaan, serta pelestarian nasab atau silsilah keluarga keturunan leluhur Mataram.
Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki keterkaitan dengan lingkungan keraton dan pelestarian budaya Mataram.
Tiga narasumber yang dijadwalkan hadir yakni K.R.T. Kusumonegoro, Pengageng Kawedanan Darah Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat; K.R.M.T. Projokusumo, Pengageng Kasentanan Kadipaten Pakualaman; serta R.M.B. Ariyanto S. Hadinagoro, Pemangku Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram.
Sementara itu, kegiatan akan dipandu oleh Avi Solikhah, S.Pd., selaku Redaktur Media Merti Budaya.
MENGENAL NASAB DAN MERAWAT WARISAN SEJARAH
Dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melacak dan merawat silsilah Darah Dalem atau nasab leluhur Mataram. Selain itu, pembahasan juga mencakup pelestarian warisan, nasab, dan sejarah leluhur agar tetap dikenal serta dipahami oleh generasi penerus.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah prosedur pengurusan Kekancingan Darah Dalem di Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman.
Kekancingan sebagai salah satu dokumen yang berkaitan dengan pengakuan atau keterangan kedudukan dan nasab dalam lingkungan keraton akan dibahas dari sisi prosedur pengurusan maupun pemahaman terhadap dokumen peninggalan terdahulu.
Menariknya, peserta juga memperoleh kesempatan konsultasi pembacaan dan penerjemahan Kekancingan lama yang menggunakan aksara Jawa. Hal ini menjadi nilai tambah, mengingat sejumlah dokumen peninggalan leluhur masih menggunakan tulisan Jawa yang membutuhkan pemahaman khusus untuk membacanya.
TERBUKA UNTUK 30 PESERTA
Panitia menetapkan kontribusi peserta sebesar Rp100.000 per orang. Dengan biaya tersebut, peserta akan memperoleh fasilitas berupa coffee break, makan siang, piagam peserta, serta kesempatan konsultasi terkait pembacaan dokumen Kekancingan lama dan prosedur pengurusan Kekancingan Nasab di Kraton Yogyakarta maupun Puro Pakualaman.
Panitia membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 30 orang. Pendaftaran dapat ditutup sewaktu-waktu apabila kuota telah terpenuhi.
Bagi masyarakat yang berminat mengikuti kegiatan tersebut, informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui kontak berikut:
Putri: +62 821-3493-3771
Avi: +62 877-8302-2275
Soraya: +62 812-2825-4404
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mengenali asal-usul keluarga, memahami sejarah leluhur, serta turut menjaga keberlangsungan warisan budaya Mataram.
Sebab, memahami sejarah bukan sekadar menengok masa lalu, melainkan juga menjadi bagian dari upaya membangun identitas dan menjaga nilai-nilai luhur untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kenali Leluhurmu, Lestarikan Sejarahmu, Jaga Warisan Budayamu!”
Rafi Rahmad Istianto
