PAMERTI CATUR SAGATRA MATARAM RENOVASI KAMAR MANDI ASTANA PAKUBUWANAN IMOGIRI, HADIRKAN KENYAMANAN BAGI ABDI DALEM DAN PEZIARAH

BANTUL – Kepedulian terhadap kelestarian kawasan makam raja-raja Mataram diwujudkan melalui aksi nyata. Abdi Budaya Pamerti Catur Sagatra Mataram melaksanakan renovasi kamar mandi Astana Pakubuwanan, kompleks makam raja-raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, pada 30–31 Oktober 2026.

Kegiatan yang telah memasuki Tahap IV ini meliputi pemasangan paving block, pembenahan tempat wudu, serta pemindahan dudukan kloset agar fasilitas sanitasi menjadi lebih nyaman dan layak digunakan.

Pemangku Pamerti Budaya Catur Sagatra Mataram, R.M.B. Ariyanto S. Hadinagoro, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap fasilitas kamar mandi yang selama ini dinilai belum banyak mendapatkan perhatian.

"Selama ini tidak ada yang melirik atau berminat ngopeni kamar mandi Astana Pakubuwanan Makam Raja-Raja Mataram. Kita pelan-pelan melakukan aksi di sana. Aksi yang senyap, tidak banyak orang tahu, tetapi banyak orang yang merasakan manfaatnya," ungkap R.M.B. Ariyanto S. Hadinagoro.

Menurutnya, pembenahan fasilitas tersebut memberikan manfaat langsung bagi para Abdi Dalem yang bertugas maupun para peziarah yang datang ke kompleks makam.

"Abdi Dalem yang bertugas di Astana Pakubuwanan merasa lebih nyaman bertugas. Peziarah juga sangat terbantu dengan WC yang kita bikin. Kondisi kamar mandi kini jauh lebih layak digunakan," lanjutnya.

Renovasi ini dapat terlaksana berkat dukungan dan gotong royong berbagai pihak. Bantuan para donatur diberikan dalam beragam bentuk, mulai dari pasir, semen, paving block, donasi uang, hingga makanan untuk mendukung kegiatan para pekerja.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap warisan budaya tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar dan seremonial. Aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Bagi Pamerti Catur Sagatra Mataram, merawat kawasan bersejarah bukan hanya tentang menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga memastikan fasilitas pendukungnya tetap terawat dan memberikan kenyamanan bagi siapa pun yang datang.

Melalui kegiatan ini, Pamerti Catur Sagatra Mataram berharap semakin banyak pihak tergerak untuk ikut peduli terhadap pelestarian kawasan bersejarah dan peninggalan budaya Mataram.

"Insyaallah berkah buat kita semua," tutup R.M.B. Ariyanto S. Hadinagoro.

Aksi Senyap, Manfaat Nyata. Merawat Warisan Leluhur adalah Bagian dari Menjaga Nilai Budaya dan Pengabdian kepada Sesama.

Rafi Rahmad Istianto