Suasana Pawiyatan Pamong di Graha Punokawan Yogyakarta (Foto: Ariya)
Yogyakarta - Puluhan Dukuh dari Kabupaten Kulonprogo mengikuti Pawiyatan Pamong Ilmu Kawruh yang digelar selama 3 hari, yakni rabu hingga jumat (21-23 Oktober 2026 di Yogyakarta.
Kegiatan diselenggarakan Lembaga Pwiyatan Pamong Pimpinan GKR.Mangkubumi dengan lokasi pawiyatan di Graha Punokawan, Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman.
Selama tiga hari penuh, pamong desa yang terdiri dari para dukuh mendapatkan pelajaran tentang Sejarah Desa di Indonesia, Ngelmu Pamong, Sejarah Yogyakarta dan Makna Ke Istimewaan Yogyakarta serta ilmu tentang pertanahan dan tata ruang.
Di Kraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman, peserta pawiyatan mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang tata ruang dan bangunan kraton, tata krama di dalam kraton dan wawasan budaya Kraton Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.
Peserta Pawiyatan di Kraton Yogyakarta
(Foto: Ist)
Pawiyatan Pamong Angkatan 115 ini meghadirkan pengajar para budayawan, praktisi, akademisi dan pengageng dari Kasultanan Yoguakarta serta Kadipaten Pakualalaman.
Kegiatan Pawiyatan Pamong Pimpinanan GKR.Mangkubumi itu sendiri sudah berjalan sejak tahun 2017 dengan sasaran peserta pamong desa mulai Lurah, Perangkat Desa hingga para Dukuh di seluruh Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan Pawiyatan di Kadipaten Pakualaman (Foto: Ist)
Selain Pawiyatan untuk Pamong Desa, juga digelar Pawiyatan Pamong Generasi Z untuk anak anak muda milenial dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda sebagai salah satu pilar penjaga budaya.
Pawiyatan Pamong Angkatan 115, selain diikuti para dukuh, panitia juga mengundang beberapa relawan penjaga budaya di Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan ini, diantaranya dari Paksi Katon dan Media Merti Budaya.