Merti Budaya | Sleman - Menandai peringatan hari ulang tahun ke-6 Museum Serat Holistik Kehidupan Susilawati Susmono (SHKSS), berlangsung acara serahterima pengelolaan Museum SHKSS dari Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan (YRI) Jakarta kepada Ketua Yayasan Serat Holistik Kehidupan (YSHK) Yogyakarta di Aula Museum SHKSS, Ngaglik Sleman Yogyakarta, Sabtu (24/10) siang.
Ketua YRI Hj. Ir. Sandra Rina Sahelangi, MBA dalam sambutannya menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena dapat memperingati HUT Ke-6 Museum SHKSS sekaligus melakukan upacara serah terima pengelolaan Museum dari YRI kepada YSHK. Berita acara serah terima telah ditandatangani pada 9 Oktober 2026 berdasarkan SK Pembina YRI No 5 tertanggal 10 Agustus 2026.
Atas nama YRI, Hj. Sandra menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan museum SHKSS sejak didirikan pada 24 Oktober 2020 oleh Hj. R. Ngt. Susilawati Susmono dan H. R. Susmono.
"Museum ini merupakan persembahan untuk negeri, dengan tujuan menjaga dan memperkenalkan karya serta pemikiran Ibu Susilawati Susmono agar dapat turut berperan dalam membangun peradaban bangsa.
Bagi kami, museum bukan sekadar tempat menyimpan karya, melainkan ruang pembelajaran dan perenungan untuk mengenali diri, memahami kehidupan, serta meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang." ucap Hj. Sandra Rina Sahelangi.
Lebih lanjut, Ketua YRI mengatakan selama enam tahun perjalanannya, Museum SHKSS telah mencapai sejumlah tonggak penting. Sejak awal berdirinya, museum memperoleh apresiasi dari Pemerintah Daerah DIY dan masyarakat permuseuman. Museum SHKSS kemudian diterima sebagai Anggota Barahmus DIY dengan nomor keanggotaan 41. Selanjutnya pada 31 Juli 2024, Museum SHKSS memperoleh Nomor Pendaftaran Nasional Museum. Sertifikat Pendaftaran Museum yang ditandatangani Menteri Kebudayaan Republik Indonesia kami terima pada 20 Agustus 2026 di Jakarta. Selanjutnya, pada 19 September 2026, Museum SHKSS menjalani asesmen standardisasi museum dan saat ini masih menunggu keputusan resmi hasil penilaian dari Kementerian Kebudayaan RI. Semoga hasilnya memberikan capaian terbaik bagi museum SHKSS.
"Kami memandang penting gagasan Ibu Susilawati Susmono untuk membentuk forum pemilik museum sebagai wadah berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan mencari solusi atas tantangan pengelolaan. Gagasan ini sudah disampaikan kepada Ketua Barahmus DIY Dr. Drs. Hajar Pamadhi, MA (Hon). Kami berharap gagasan ini mendapat dukungan Barahmus DIY dan para pemangku kepentingan, sehingga keberlanjutan museum dapat diperkuat melalui langkah-langkah preventif dan kolaboratif" Ucapnya.
Ir. Sandra menjelaskan serah terima merupakan estafet amanah dan tanggung jawab untuk pengelolalan Museum SHKSS. Kami berharap YSHK dapat melanjutkan, merawat, dan mengembangkan museum agar tetap menjadi warisan yang hidup serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat manusia. Kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, pemikiran, tenaga, dan perhatian selama perjalanan MSHKSS, kami menyampaikan terima kasih setulus-tulusnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap Museum SHKSS terus menjadi ruang yang menginspirasi setiap insan untuk menemukan Aku Sejati, menjalani kehidupan dengan kesadaran, serta bertumbuh menjadi pribadi sejati, pemimpin sejati, dan guru sejati.
Sedangkan Ketua YSHK Zuhartina, S.Pd. mengucapkan terima kepada Ketua YRI yang telah menaungi pengelolaan Museum SHKSS sehingga telah mencapai berbagai kemajuan. Ia siap melanjutkan program yang sudah ditetapkan oleh Pemilik dan Pembina YSHK Hj. R. Ngt. Susilawati Susmono, merawat dan mengembangkan museum.
Lebih lanjut Zuhartina mohon dukungan jajaran pengurus Barahmus DIY dan AMI untuk bersama-sama mengembangkan museum SHKSS agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Barahmus DIY Dr. Drs. Hajar Pamadhi, MA (Hon) mengucapkan selamat Hut ke-6 Museum SHK SS. Semoga Museum di bawah naungan Yayasan SHK, sbg objek dan subjek kebudayaan dapat lebih maju dan berkembang menyesuaikan alam dan zaman, serta mengapresiasi karya-karya yang tersimpan di Museum sudah didaftarkan di HAKI dapat menjadi contoh museum di DIY.
Acara yang diadakan secara sederhana ini diakhiri 'kedhuk' tumpeng oleh Ketua YSHK Zuhartina, diserahkan masing-masing kepada Hj. Sandra Rina Sahelangi, Hajar Pamadi, Ki Bambang Widodo (Mantan Kepala Museum SHKSS), Nanang Dwinarto (Ketua Forum Komunikasi Museum Sleman), dan Purwanto (tokoh masyarakat). -RBW-

